hildaw09's blog

mencari dan memberi yang terbaik

ingin berbagi dan mempublish bahwa ada seorang munsyid asal SWEDIA yang lagunya sangat bagus”. Silahkan di download lagunya dan nikmati tiap lirik di alunan nada dan musik nasyid ini..

ini liriknya ^^

THANK YOU ALLAH

I was so far from you
Yet to me you were always so close
I wandered lost in the dark
I closed my eyes toward the signs
You put in my way
I walked everyday
further and further away from you

Ooooo Allah, you brought me home
I thank you with every breath I take

الحمد لله الحمد لله
All praises to Allah

I never thought about
All the things you have given to me
I never thanked you once
I was too proud
to see the truth
And prostrate to you
Until I took the first step
And that’s when you opened the doors for me
Now Allah, I realized what I was missing
By being far from you

الحمد لله
All praises to Allah

Allah, I wanna thank you
I wanna thank you for all the things that you’ve done
You’ve done for me through all my years I’ve been lost
You guided me from all the ways that were wrong
And did you give me hope

O Allah, I wanna thank you
I wanna thank you for all the things that you’ve done
You’ve done for me through all my years I’ve been lost
You guided me from all the ways that were wrong
I wanna thank you for bringing me home

الحمد لله
All praises to Allah

الحمد لله

Hilda Wahyuni

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

“Syair Sang Pencipta Dalam Nada”

Dalam sujud, ku meneteskan air mata

Ketika ku dengar syair dari lantunan nada para penyair-Mu

Sungguh rapuh hati ini, dalam nyanyian-Mu

Ku ratapi, begitu banyak dosaku kepada-Mu

Itulah sebait puisi yang mewakili perasaan saya ketika mendengar untaian nada dari irama nasyid yang begitu syahdu. Memang, musik merupakan sarana yang efektif untuk mewakili perasaan manusia. Mungkin karena itulah, maka sampai saat ini musik telah menjadi salah satu ekspresi hidup yang membawa pengaruh kepada setiap orang dalam kehidupannya. Musik merupakan salah satu  ekspresi jiwa, hati dan pikiran manusia melalui nilai seni kehidupan. Oleh karena itu, tak salah ketika kita mendengar lantunan nasyid dengan irama syahdu, akan membuat hati dan jiwa kita menangis.

Tapi sebenarnya apa sih nasyid itu? Mungkin beberapa orang sudah mengetahui jenis musik ini, akan tetapi masih banyak orang yang belum mengetahui khususnya  di Indonesia yang saat ini justru sedang dihinggapi virus musik Band dengan berbagai genre seperti Rock, Pop, Melayu, Band Indie, dan lain-lain. Padahal, sebagai negara muslim terbesar di dunia, seharusnya Indonesia tidak asing lagi dengan jenis musik ini karena nasyid merupakan musik budaya Islam.  Namun, karena banyaknya pengaruh budaya yang masuk ke Indonesia, nasyid telah kalah saing dengan berbagai jenis musik lainnya yang lebih menarik masyarakat seperti Pop, RnB, Rock Band, dan lan-lain. So,yuk dari sekarang kita mulai mengenal musik nasyid !

Nasyid berasal dari bahasa Arab dari kata ansyada-yunsyidu yang artinya  senandung. Namun, di beberapa artikel juga menyebutkan bahwa arti nasyid atau  anasyid (jamak) adalah lantunan atau bacaan. Sedangkan dalam definisi format kesenian, nasyid berarti senandung yang berisi syair-syair keagamaan. Nah, dari beberapa definisi yang telah disebutkan, dapat disimpulkan bahwa nasyid merupakan lantunan atau senandung syair / lirik keagamaan yang berisi pesan dan nilai-nilai agama dan budaya Islam dalam rangka mendekatkan diri kepada Tuhan, Allah SWT. Jadi, jika ada yang belum tahu apa itu nasyid, sekarang sudah bisa membayangkan bagaimana musik nasyid itu.

Nasyid tidak hanya sekedar senandung musik atau lantunan nada belaka, namun mengandung nilai spiritual dan rohani yang kuat di dalam lirik atau syairnya dan munsyidnya. Munsyid adalah orang yang melantunkan nasyid. Seorang munsyid biasanya merupakan seseorang yang memiliki kualitas nilai rohani yang baik pula.  Nasyid memiliki pesan rohani dan pesan islam yang kuat dan para munsyid biasanya menggunakan nasyid juga sebagai sarana berdakwah. Yah, jadi ternyata sarana berdakwah itu sangat luas. Tidak hanya dengan berceramah atau menyampaikan kultum saja, tapi juga bisa melalui seni yang salah satunya adalah dengan nasyid. Oleh karena itu, para munsyid juga harus memiliki pemahaman yang kuat terhadap dakwah di bidang seni ini.

Nasyid telah dikenal sejak zaman Rasulullah SAW. Syair Thala’al Badru ’alaina (artinya telah muncul rembulan di tengah kami) yang kini sering dinyanyikan oleh tim qosidah atau majelis ta’lim, adalah syair yang dinyanyikan kaum muslimin untuk menyambut kedatangan Rasulullah SAW ketika pertama kali beliau dan rombongan dari Mekah hijrah ke Madinah. Jadi, musik nasyid seharusnya bukanlah hal yang asing lagi bagi para umat muslim karena nasyid merupakan budaya Islam yang telah ada dan berkembang sejak zaman Rasulullah SAW. Sedangkan di Indonesia sendiri, musik nasyid mulai dikenal dan masuk ke Indonesia pada era 80-an. Perkembangannya dipelopori oleh para aktivis-aktivis islam di kampus-kampus dan sekolah yang mulai tumbuh pesat pada masa itu.

Saat ini, nasyid merupakan salah satu jenis musik di Indonesia yang  mulai menunjukkan dirinya. Tidak banyak orang yang tahu tentang salah satu jenis musik ini, tapi ternyata nasyid merupakan jenis musik yang paling digandrungi para aktivis dakwah khususnya aktivis dakwah kampus dan sekolah. What is “Aktivis Dakwah”? Mereka adalah para aktivis yang memiliki tujuan untuk berdakwah di jalan Allah. Para aktivis yang tidak hanya berdiri, berjalan dan berlari untuk dunia, tapi juga memiliki prinsip untuk mencapai kebahagiaan akhirat dengan jalan ibadah lillahita’ala. Seperti yang telah disebutkan di atas pula, bahwa mereka juga lah yang dahulu menjadi pelopor perkembangan musik nasyid sehingga dapat dikenal hingga sekarang. Wah, mungkin masih bingung, apa sih sebenarnya hubungan aktivis dakawah, nasyid dan musik? Kok sepertinya gag nyambung banget gitu ^^. Tapi  tidak perlu diisambung-sambungkan, karena kita tidak sedang membicarakan Aktivis Dakwah kok. Aktivis Dakwah hanyalah salah satu contoh dari mereka yang menyukai musik nasyid. Tapi mengapa ya, nasyid kok sepertinya “Islam Banget gitu ^^ (hhe…)”.

Jadi, jika ditlilik secara mendalam, hubungan antara nasyid, manusia dan musik memiliki hubungan yang erat. Mengapa demikian? Karena nasyid merupakan jenis musik yang bertujuan untuk mengekspresikan rasa cinta kita akan keagungan Allah SWT, Sang Pencipta Seluruh Alam Semesta. Yah, nasyid adalah musik Islami yang dikemas dengan menarik sehingga sang pendengar mampu mengekspresikan jiwanya untuk lebih dekat kepada Sang Pencipta. Di dalam Islam, musik nasyid pun merupakan salah satu sarana yang efektif dalam berdakwah. Oleh karena itu, telah dikatakan di atas bahwa tak heran jika para aktivis dakwah sangat suka dengan jenis musik ini khususnya para remaja yang telah melabelkan dirinya sebagai Aktivis Dakwah Kampus dan Sekolah.

Namun, sebenarnya nasyid tidak diciptakan untuk para aktivis dakwah saja, tapi untuk para komunitas umum juga. Sayangnya jenis musik nasyid belum mampu menarik minat dan kesukaan masyarakat Indonesia sehingga sepertinya musik nasyid hanya terbatas untuk kalangan “orang-orang yang mengerti islam” saja. Padahal seharusnya tidak seperti itu. Jika benar-benar dikaji secara mendalam, banyak sekali manfaat yang dapat  berpengaruh ke dalam jiwa dan hati kita jika mendengar musik nasyid. Musik nasyid dapat membuat kita lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Nah, sebagai khalifah Tuhan di bumi, sudah seharusnya kita menyukai jenis musik ini. Hhe..^^

Musik nasyid memiliki genre yang tak kalah bagusnya dengan jenis musik lainnya. Bahkan banyak nasyid yang telah dimix dengan jenis musik lain seperti Pop, RnB dan Rapp. Coba bayangkan, pasti bagus sekali kan kalau mendengar nasyid yang musiknya RnB dan Rapp^^. Yah, jadi jangan salah persepsi dulu terhadap musik nasyid. Mungkin kebanyakan orang menganggap bahwa nasyid itu musik Islam yang nadanya hanya “slow-slow” saja. Tapi saat ini, kenyataannya tidak begitu. Bahkan beberapa pelantun nasyid seperti grup nasyid Justice Voice, melantunkan lirik-lirik nasyid dengan cara yang unik. Mereka menyanyikannya dengan nada acapella, dengan “sedikit” memainkan suara-suara dari vokal mereka yang masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Sudah pada tau kan acapella itu apa? Atau ada yang belum tau? Jadi, acapella itu jenis musik tanpa iringan alat musik. Jadi hanya menggunakan vokal dari mulut  saja. Uniknya, para munsyid biasanya memainkan vokal mereka mirip seperti alat musik. Jadi ketika mendengar mereka bernyanyi pun, tidak bosan dan justru sangat menarik. Namun, ada juga acapella yang hanya menggunakan gendang.

Wah, jika berbicara tentang Justice Voice, salah satu grup nasyid yang sudah cukup terkenal di kalangan “oarang-orang pecinta nasyid”, maka tidak ada habisnya. Mengapa? Karena Justice Voice memang unik dan menarik. Selain cara bernyanyi mereka yang unik, lirik-lirik di setiap lagu mereka pun tak kalah uniknya. Mereka menggunakan kata-kata yang ringan dan mungkin “sedikit gaul” di dalam lirik-liriknya. Tema dan judul di setiap lagu mereka pun tak jauh dari permasalahan di kehidupan sehari-hari para umat muslim.

Berbeda dengan Justice Voice, Izzatul Islam juga memiliki keunikan tersendiri. Wah, sepertinya belum pernah denger tuh yang namanya “Izzatul Islam”? Izzatul Islam juga salah satu grup nasyid yang terkenal juga di kalangan “para pecinta nasyid (hhe lagi..^^)”. Bedanya dengan Justice Voice, Izzatul Islam mengusung jenis musik nasyid yang “Shoutul Harokah”. Waduh, apa lagi tuh? Shoutul Harokah adalah jenis nasyid yang memiliki karakter “menyeru dan bersemangat”. Jadi maksudnya, musiknya membangkitkan semangat-semangat para pendengarnya untuk dapat lebih mengekspresikan jiwa agar lebih dekat kepada Sang Pencipta Alam, Allah SWT. Lirik-liriknya pun menggunakan kata-kata yang agak berat dan memiliki makna yang mendalam. Beberapa lagu mereka yang sudah terkenal adalah Sang Murabbi, Rabithah, Bingkai Kehidupan, dan Barisan Mujahid. Kalau belum pada tau, bisa kok disearch di internet (hhe…^^).

Selain Justice Voice dan Izzatul Islam, sebenarnya ada salah satu grup nasyid yang sudah cukup dikenal luas oleh masyarakat Indonesia dan kepopulerannya cukup diperhitungkan. Mereka adalah grup nasyid SNADA. Mereka pernah populer dengan lagu “Jagalah Hati” yang diciptakan oleh KH. Abdullah Gymnastiar yang pada saat bersamaan menjadi tokoh yang populer juga di kalangan masyarakat saat itu. SNADA mengusung karakter nasyid yang hampir mirip dengan karakter bernyanyi grup nasyid asal Malaysia, Raihan, yang pernah berjaya juga di industri musik Indonesia pada masanya. Keduanya mendapatkan tempat yang cukup baik di dalam pasar musik Indonesia saat itu. Namun, seiring berjalannya waktu, popularitas mereka perlahan-lahan mulai menghilang.  Munculnya band-band yang telah mendobrak  musik Indonesia lah, yang akhirnya membuat mereka tersingkir.

Wah, mungkin yang dari tadi dibicarakan sepertinya grup nasyid terus ya. Jadi kalau grup nasyid itu, personilnya lebih dari satu. Lalu, ada tidak yang nyanyinya solo saja? Pasti ada dong! Bahkan,  para pelantun nasyid solo  jauh lebih terkenal dan masih diterima oleh masyarakat hingga saat ini. Contohnya saja kalau di Indonesia ada Hadad Alwi, Opick, Sulis, dan Jeffri Al Buchari. Mereka merupakan icon-icon musik nasyid Indonesia saat ini. Namun, ketenaran mereka dalam menguasai pasar musik Indonesia hanya berlangsung sesaat dan tidak konsisten. Biasanya lagu-lagu mereka populer di saat ada hari-hari  besar umat muslim saja seperti Bulan Ramadhan dan Idul Fitri (Lebaran). Setelah itu, konsumsi masyarakat akan kembali ke lagu-lagu Band dan jenis musik lainnya. Oleh karena itu, bahkan supaya para Band-Band ini dapat terus eksis sepanjang tahun, mereka pun tak mau kalah dengan para munsyid di saat Bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Banyak dari mereka yang mengeluarkan album-album atau single-single yang bertemakan agama atau hari-hari besar tersebut. Sehingga terkadang lagu-lagu para munsyid kalah populer dengan lagu-lagu mereka.

Mungkin itu adalah sedikit potret dari musik nasyid Indonesia yang sebenarnya jika terus dikembangkan, dapat mampu ikut menguasai pasar musik Indonesia. Namun sayangnya,  minat masyarakat Indonesia untuk menjadi penyanyi nasyid atau pun menjadi pendengar sejati musik nasyid hanya sedikit sekali. Masyarakat Indonesia saat ini justru berlomba-lomba menjadi anak Band atau penyanyi Pop, RnB, dan lainnya sehingga regenerasi musik nasyid menjadi terbatas. Padahal di lain pihak,  sebenarnya ada juga grup-grup nasyid baru yang personilnya masih muda-muda juga, tetapi kepopuleran mereka masih jauh dari harapan sehingga peluang musik nasyid untuk ikut menguasai pasar musik Indonesia dan patut diperhitungkan,  masih memerlukan perjuangan dan usaha yang keras.

Perkembangan musik nasyid sendiri sebenarnya saat ini telah berkembang cukup pesat dibalik euforia masyarakat yang masih lekat dengan jenis-jenis musik seperti Band, Pop, RnB, Rapp dan lainnya. Kehadiran musik nasyid ditengah-tengah jenis musik lainnya, saat ini masih dapat diterima oleh masyarakat dan mendapat apresiasi yang cukup baik walaupun hanya di saat-saat tertentu. Tetapi walaupun nasyid masih belum menjadi yang terdepan, tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti musik nasyid dapat mampu menguasai pasar musik Indonesia. Tidak hanya itu, harapannya suatu saat nanti, musik nasyid dapat menjadi virus baru di blantika musik Indonesia.

Sepotong lirik dari senandung seorang munsyid asal Swedia, Maher Zain, mudah-mudahan dapat menggerakkan hati kita semua…

I was so far from you

Yet to me You were always so close

I wandered lost in the dark

I closed my eyes toward the signs

You put in my way

I walked everyday, further and further away from You

Oooo Allah, You brought me home

I thank You with every breath I take

Alhamdulillah, Alhamdulillah

All praises to Allah, All praises to Allah…

Ahmad Fuadi ( Penulis Novel Negeri 5 Menara) Sejak A. Fuadi, penulis Negeri 5 Menara tampil di KickAndy, Metro TV bulan Mei 2010 dan Tatap Muka TVOne bulan Agustus, banyak pertanyaan tentang tips bagaimana dia mendapatkan 8 beasiswa dari luar negeri. Beasiswa yang diterimanya mulai dari program fellowship 1 semester di National University of Singapore, exchange program ke Quebec, Kanada, sampai program masters di George Washington University, USA dan University of London, UK. Fuadi sempat membagi tips ini di akun twitternya @fuadi1. Berikut kompilasi tweet itu:

1. Harus ada niat dan keinginan yang besar dan sangat kuat untuk dapat beasiswa. Karena untuk dapat satu adalah perjuangan yang penuh kompetisi.

2. Tapi ketahuilah banyak beasiswa tersedia di mana-mana dalam berbagai bentuk, durasi dan penerima. Kadang beasiswa ini kurang publikasi.

3. Karena kurang publikasi, tugas kita untuk heboh mencari. Dulu saya suka keluyuran ke banyak pameran pendidikan, kantor-kantor untuk nanya-nanya.

4. Jadi step penting adalah niat kuat sehingga siap heboh mencari info ke mana-mana. Beasiswa itu banyak kok.

5. Sekarang heboh cari info itu gampang. Search di google. Gabung dengan milis Beasiswa atau Facebook beasiswa. Dulu saya ga ada internet.

6. Sampe di sini saya mau bilang, beasiswa tidak datang sendiri, tapi harus dicari dengan segenap usaha. Harus Man Jadda Wajada.

7. Beasiswa yang saya bahas adalah yang ada hubungannya dengan luar negeri. Karena saya gak pernah dapat dari dalam negeri.

8. Menurut saya dapat beasiswa itu lebih karena faktor sungguh-sungguh. Bukan karena pinter. Bannyak yang pinter ga dapat.

9. Biasanya kalau sudah sungguh-sungguh cari info, dalam 6-8 bulan kita sudah dapat calon-calon beasiswa yang bisa kita lamar.

10. Sumber beasiswa yang bonafid itu antara lain Fulbright ke US, Chevening ke UK, Manbusho ke Jepang dan ADS ke Australia. Selain itu banyak yang lain.

11. Setiap beasiswa punya syarat beda-beda. Tapi stepnya hampir sama: kirim aplikasi, seleksi tulis, dan wawancara. Kalau lolos, terbang deh:)

12. Ok, anggap sekarang sudah dapat info lengkap. Langkah pertama adalah mengisi aplikasi dan melengkapi surat-surat yang dibutuhkan.

13. Ingat 1 beasiswa itu diperebutkan banyak orang. Seperti Fulbright, 1 kursi diperebutkan sampe ribuan orang.

14. Seleksi awal via aplikasi. Karena kompetisi ketat, tulis aplikasi dengan sebaik mungkin. Ribuan aplikasi dan hanya yang istimewa yang get noticed.

15. Saya perlu sampe berminggu-minggu hanya untuk ngisi 2 halaman aplikasi. Pastikan samauanya error free dan kuat. Ini satu-satunya kesempatan kita to impress.

16. Syarat umur, IPK, nilai Toefl dll beda-beda setiap beasiswa, jadi silakan cek ke pemberi beasiswa masing-masing.

17. Kalau aplikasi beasiswa sudah dikirim, sila mulai cari sekolah & surat-suratan sama universitas. Jadi ada 2 aplikasi: beasiswa dan aplikasi ke sekolah.

18. Kalau aplikasi layak, akan dipanggil untuk tes tulis n wawancara. Kalo Chevening ada tes tulis dan bahas, kalo Fulbright langsung ke wawancara.

19. Tes tulis Chevening sistem gugur. Yang gak lulus tes 1 gak bisa ikut tes ke 2. Yang lulus akan dipanggil untuk wawancara.

20. Sebelum wawancara, berlatih jawab pertanyaan-pertanyaan, baca dan denger segala sesuatu dalam b. inggris beberapa hari sebelum wawancara akan bantu. Tidur cukup dan relax.

21. Begitu dipanggil masuk ruang wawancara, relax. Anggap pewawancara itu teman yang mau denger cerita kita. Be honest. Show your passion.

22. Jadi ada 2 kesempatan jual diri. Dalam aplikasi dan di saat wawancara. Di 2 kesempatan itu; jujur, semangat, pede, dan ceritakan semua kelebihan kita.

23. Tiap beasiswa beda, tapi umumnya mencover tuition, biaya hidup, tiket PP, biaya tes Toefl dan kursus bahasa. Suami/istri tidak selalu di-cover.

24. Ada besiswa yang baik yang sampai men-cover beli laptop, biaya riset tesis, suami/istri. Sila cek setiap dengan pemberi beasiswa untuk detil.

25. Ok, udah dapat beasiswa lalu gimana? Harus ada sekolah yang sudah nerima kita, baru bisa berangkat. Kalo belum ada, ya terpaksa nunggu dulu.

26. Udah dapat beasiswa dan dapat sekolah, tapi beasiswa tidak cukup bayar SPP gimana? Harus cari beasiswa tambahan atau uang sendiri.

27. Kalau sudah dapat beasiswa dari yang bonafid, mencari tambahan lebih mudah. bisa ke korporat, yayasan, dan bahkan ke kampus yang akan terima kita.

28. Kampus US & UK punya bwragam beasiswa tambahan. Ada yang khusus untuk perempuan, untuk orang asia, untuk orang cacat, untuk negara ketiga dll.

29. Cari satu beasiswa utama dulu, kalo gak cukup, banyak kesempatan dapat beasiswa tambahan. Cek Ford Foundation salah satu yang bisa kasih.

30. Umumnya kesempatan beasiswa itu buat yang sudah punya pengalaman kerja. PNS, perempuan, wartawan, NGO, dari Indonesia Timur peluang bisa lebih besar.

31. Beasiswa yang saya bicarakan beragam: ada yang pendek 3-9 bulan, biasanya fellowship/exchange program, ada yang untuk S1, ada S2, dan ada S3.

32. Bagusnya beasiswa besar, ada kontrak bhw penerima balik lg ke Indonesia beberapa tahun, biar gak brain drain.

33. Ada beasiswa dari korporat yang malah mewajibkan penerimanya kerja di perusahaannya, seperti di Singapore. Di US setamat kuliah boleh kerja 18 bulan.

34. Nah bagi yang belum tamat kuliah gimana? Ada kok kesempatan dapat beasiswa singkat. Saya dapat 2 beasiswa singkat sebelum lulus S1.

35. Semester 6 saya dapat exchange program ke kanada & semester 9 saya dapat fellowship ke NUS Singapore. Durasinya 6-9 bulan. Jadi jangan nunggu lulus!

36. Buat karyawan banyk shortcourse untuk profesional. Saya pernah dapat fellowship di Uni Maryland. Sekelas sama pemenang pulitzer. Jadi kapan saja bisa.

37. Jadi definis beasiswa yang saya bahas adalah segala kegiatan belajar kita di luar negeri yang dibayarin orang lain. Gratis. Tidak harus untuk dapat gelar.

38. Ada beasiswa yang hanya buat orang yang belum pernah sekolah di LN. Tapi ada juga yang MALAH percaya dan ngasih ke orang yang pernah dapat beasiswa juga.

39. Untuk info terbaru berbagai beasiswa harus rajin nyari-nyari, tapi bisa juga join di FB, ada akun beasiswa, juga di grup “beasiswa” di yahoogroups.

40. Bagi yang masih kuliah, usahakan IPKnya lumayan bagus, karena ada beasiswa S2 dan S3 yang mematok IPK minimal. sekitar 3.00 cukup aman.

41. Jadi dapat beasiswa itu kombinasi niat kuat+usaha di atas rata-rata untuk nyari+riset dan persiapan+honest+passionate+jangan lupa DOA dan IKHLAS.

42. Buat aktifis kampus, Dikti punya program exchange ke Cina, Aussi dan Belanda. Sila kontak rektorat ato Dikti.

43. Buat karyawan perusahaan besar, lihat website company, kadang-kadang ada program fellowship untuk pindah ke kantor di LN beberapa bulan.

44. Saya pernah jadi pewawancara. Kami suka yang jujur, artikulatif dan punya tekad besar. Tidak suka sama yang sombong, malas-malasan, dan lebai.

45. Supaya ga grogi waktu wawancara, Jangan terburu-buru, pikir dulu baru jawab. Sebaiknya ada eye contact dengan pewawancara. Show ur spirit!

46. Sebagai pewawancara yang kami cari adalah orang yang bertekad besar untuk menggunakan beasiswa sebaik-baiknya dan apa dia punya mampu untuk itu.

47. Sebagai pewawancara yang kami cari adalah apa orang ini bisa membawa manfaat buat hubungan kedua negara dalam arti luas.

48. Sebagai pewawancara yang kami suka orang yang telah riset dan do their homework tentang beasiswa, bidang studi dan negara yang dituju.

49. Saya suka bawa kliping tulisan atau karya lain saya ke ruang wawancara. Perlihatkan ke pewawancara. Seeing is believing.

50. Waktu wawancara terbatas, ceritakan semua strenght kita, pilih kata-kata lugas dan to the point. Tapi jangan menyombong. Rehearse di rumah.

51. Ketika pewawancara rapat, every little effort peserta dipertimbangkan. Jadi usahalah di atas rata2, Go the extra miles, jangan lupa DOA.

52. Skill Inggris diukur dengan Toefl atau Ielts. Skornya tergantung pemberi beasiswa, universitas dan studi. Toefl berkisar 550 sd 600.

53. Enaknya dapat Chevening, ADS dan beberapa yang lain, penerima dapat free kursus Inggris sebelm kuliah. Kualitasnya bagus dan jadi banyak teman.

54. Penerma beasiswa bonafid dihargai di kampus dan tempat kerja. Universitas dapat kredit kalau nerima Fulbright atau Chevening recipients.

55. Gagal 1-2 kali jangan berhenti. Anggap aja latihan. Persaingan ketat. Coba lagi. Worth it kok ngulang berkali-kali. Man sabara zafira.

56. Seperti hal lain saya percaya dapat beasiswa adalah kombinasi niat kuat+usaha di atas rata2+doa+ikhlas. Everything is possible

Agronomi dan Hortikultura dahulu adalah sebuah bayangan yang abstrak  menurutku. Mengapa? Karena sejak aku SMA sampai akhirnya aku diterima di IPB, aku belum tahu sedikitpun tentang apa itu Agronomi dan Hortikultura dan bagaimana bentuk ilmu ini. Jika harus jujur, maka itulah jawabanku. Namun ternyata, sebuah pengalaman dalam usaha-usaha ku menuju IPB lah yang sebenarnya mengantarkan diriku menuju Departemen Agronomi dan Hortikultura ini. Yah, jadi jika ditanya apa alasanku masuk ke Departemen AGH (singkatan dari Agronomi dan Hortikultura), maka sedikit cerita singkat tentang perjuanganku masuk IPB lah yang akan mengiringi alasan ku itu.

Dimulai dari kisah-kisah masa SMA kelas 3 yang saat itu diliputi dilema tentang ujian kelulusan dan kemanakah kami harus melanjutkan sekolah kami setelah lulus SMA. Kedua hal itulah yang menurutku menjadi topik utama di setiap otak para teman-temanku dan diriku sendiri. Kami semua tanggelam dalam ketidakjelasan karena sebagian besar dari kami saat itu memang belum ada yang diterima di perguruan tinggi manapun. Sedangkan ujian kelulusan, saat itu telah menjadi momok yang begitu menyeramkan menurut kami sehingga kegelisahan dan kebimbanganpun kerap menggelayuti kami.

Ujian Nasional yang begitu membuat ku khawatirlah yang membuatku akhirnya mengambil usaha untuk mengikuti Bimbingan Belajar menuju ujian dan menuju SNMPTN. Yah, Bimbingan Belajar yang cukup terkenal di kotaku saat itu, memiliki paket belajar dengan menawarkan Bimbel Ujian Nasional + SNMPTN. Karena sudah niatku yang akan mengikuti tes SNMPTN lah, maka aku akhirnya mengambil paket ini dalam BimBel tersebut. Semua waktuku telah tersita untuk belajar di sekolah, di tempat Bimbel dan di rumah sehingga saat itu memang tidak kesempatan bagiku untuk bermain-main.

Namun, bukan hanya ujian nasional saja yang menjadi momok, tapi pelabuhan mana yang akan ku tuju setelah lulus SMA ini pun terus mengkhawatirkanku. Di sekolah, sudah banyak perguruan tinggi negeri maupun swasta yang terus mempromosikan kelebihannya masing-masing ke sekolahku. Mulai dari yang paling bagus sekeren UI sampai perguruan tinggi swasta di kotaku yang akupun tidak tau tempat dan bentuknya seperti apa. Sampai akhirnya, ada beberapa yang sangat menarik hatiku saat itu,  salah tiganya adalah UI, STAN dan IPB. Akhirnya berbagai tes pun ku ikuti untuk menuju salah satu dari ketiganya. Tes yang pertama kali ku ikuti saat itu adalah tes SIMAK UI (Seleksi Masuk Universitas Indonesia). Setelah berusaha dengan keras supaya bisa diterima disana, namun memang Allah memiliki kehendaka lain. Aku tidak terima di UI. Setelah itu, entah kenapa keinginan ku untuk masuk di UI pun menjadi surut. Walaupun masih ada jalan-jalan lain menuju UI, aku sudah tidak berminat.

Setelah kecewa dengan UI, akhirnya aku mengazamkan diriku untuk mengikuti PMDK Unila (Universitas Lampung), USM STAN (Ujian Saringan Masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negeri) dan tes SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Ketiga tes ini lah yang menjadi rencana studi terdekatku saat itu. Dimulai dari PMDK Unila yang saat itu menjadi incaran teman-teman di sekolah karena memang Unila adalah Perguruan Tinggi Negeri terbaik di Provinsi Lampung. Maka akupun tak ketinggalan untuk mengikutinya juga. Menurutku, saat itu PMDK Unila adalah sebuah kewajiban bagiku untuk diikuti,  karena saat itu yang kupikirkan adalah bahwa Unila adalah tempat yang wajib aku usahakan juga selain dua PTN yang sangat kuinginkan lainnya. Karena mungkin Unila berada di provinsiku, jadi aku mau mencobanya saja.

Namun pada saat pendaftaran PMDK Unila, sebenarnya telah dibuka juga PMDK IPB ( USMI) . Saat itu aku bingung harus memilih PMDK yang mana. Aku tidak bisa memilih keduanya karena saat itu keuangan keluarga juga sudah semakin menipis dan sudah banyak terkeluarkan untuk biaya sekolah dan Bimbel ku, maka orangtuaku menasihati untuk memilih satu PMDK saja. Memang PMDK pun sekarang telah menggunakan biaya pendaftaran yang pada saat itu aku harus membayar Rp 250.000,00 untuk PMDK Unila. Akhirnya akupun dinasihati orang tua untuk memilih PMDK Unila dan memilih jurusan keguruan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unila. Saat itu, sebenarnya terjadi dilema yang begitu besar di hatiku karena sebenarnya hatiku entah kenapa tidak ingin menjadi guru dan kuliah di Lampung. Namun, itu adalah kehendak ayahku, jadi akupun tidak tega untuk melawan kehendaknya yang telah susah payah membiayaiku. Akhirnya akupun memendam sejenak mimpiku di IPB. Saat itu aku berpikir, mungkin nanti Allah akan punya rencana lain untuk ini. Padahal saat itu PMDK IPB adalah jalur masuk IPB yang paling banyak menerima mahasiswa. Saat itu akhirnya aku berpikir, jika memang IPB jodohku, walaupun mungkin sangat susah dan begitu impossible untuk diterima mengingat kuota yang sedikit yang diberikan IPB untuk SNMPTN, tapi aku yakin aku bisa masuk IPB di SNMPTN nanti jika aku tidak diterima di PMDK Unila ini.

Pendaftaran pun telah kulakukan dengan berbagai persyaratan yang harus kulengkapi juga. Sampai akhirnya, pengumuman PMDK Unila pun tiba. Dan kekecewaan kedua pun, ku rasakan juga. Aku tidak diterima juga. Saat itu aku berpikir, sebenarnya apa yang salah dengan otakku. Padahal di sekolah, aku termasuk murid yang lumayan pintar. Tapi mungkin ada rencana Allah yang lain yang akan diberikan untukku. Tapi kekecewaan yang kedua ini, justru tidak membuat ku sedih. Justru aku menjadi bersyukur karena aku tidak terima. Mungkin Allah telah mendengar do’a-do’a untuk mimpi-mimpiku sehingga Allah punya rencana lain dengan tidak diterimanya aku di PMDK Unila. Positive Thinking ^^!!!

Setelah gagal di PMDK Unila, akupun telah berazam untuk melanjutkan rencana yang telah kubuat selanjutnya. Aku akan mengikuti USM STAN yang akan berlangsung 1 bulan lagi. Saat itu, aku sangat bersemangat untuk mengikuti USM STAN. Dengan izin dari orang tua juga akhirnya aku bisa mengikuti Bimbingan Belajar lagi khusus untuk menghadapi USM STAN. Sampai akhirnya tiba waktunya tes, dan semua usaha, doa dan tawakkal ku pasrahkan kepada Allah SWT. Pengumuman hasil tes pun diumumkan 2 bulan dari penyelenggaraan tes. Dengan harap-harap cemas, akupun menunggu momen itu.

Dalam waktu 2 bulan masa menunggu hasil tes USM STAN, di saat itu pulalah tes SNMPTN dilaksanakan. Saat itu, aku yang sebelumnya telah berazam untuk ikut serta dalam tes tersebut, justru menjadi bimbang apakah aku harus ikut tes SNMPTN atau tidak. Namun akhirnya, setelah mempertimbangkan dan mendapat nasihat dari orang tua,  aku mengikuti tes tersebut. Namun, pada saat pengisian formulir pendaftaran, aku harus memilih 2 pilihan jurusan dari universitas negeri yang telah terdaftar. Saat itu, aku dihadapkan pada 2 dilema yaitu apa saja perguruan tinggi negeri yang kupilih dan apa jurusan yang ku pilih.

Saat itulah akhirnya mimpi ku yang terpendam dahulu muncul kembali. Aku meniatkan diriku untuk memilih IPB sebagai universitas negeri di pilihan pertama dan dengan pertimbangan yang matang serta menghargai keinginan orang tua pun, akhirnya kujatuhkan pilihan Unila di pilihan kedua. Namun rencana pilihan ku ini belum diketahui oleh kedua orang tuaku. Ada rasa ragu untuk memberitahukannya karena aku tau ayahku sebenarnya sangat menganjurkan aku untuk kuliah di dalam Lampung saja dan mengambil jurusan keguruan. Jadi, apabila ia tahu keinginanku untuk masuk ke IPB ini ku beritahu, aku takut akan tidak disetujui. Namun, bukan diriku jika aku adalah orang yang mudah menyerah. Aku memiliki prinsip bahwa apapun yang aku inginkan, aku akan berusaha untuk mendapatkannya dengan usaha yang keras. Sampai akhirnya, aku memberanikan diri untuk berbicara kepada kedua orang tuaku tentang rencana pilihanku ini. Aku berusaha meyakinkan mereka dan membujuk mereka hingga alhamdulillah akhirnya aku diizinkan untuk memilih pilihan tersebut.

Esoknya, aku pun mengkonsultasikan rencana pilihan ku ini ke kakak pembimbing di tempat Bimbel ku. Aku masih bingung jurusan apa yang akan aku ambil di IPB. Sebenarnya dahulu di dalam hatiku telah berazam, jika aku memang nantinya di terima di IPB, aku mau diterima di jurusan yang memang mempelajari pertanian dengan expert. Dan saat itu aku tahu bahwa IPB adalah institut pertanian yang sangat bagus untuk mempelajari pertanian. Kuungkapkan azam ku itu ke kakak pembimbingku. Sampai akhirnya kakak pembimbing ku memilihkan aku satu jurusan yaitu Agribisnis. Saat itu aku cukup tertarik dengan jurusan itu. Dari katanya saja, aku bisa melihat bahwa jurusan ini pasti mempelajari tentang ekonomi pertanian. Namun, ketika kakak pembimbing ku melihat hasil TRY OUT ku , kakak pembimbing meragukan aku dapat menjebol jurusan itu. Karena menurutnya, jurusan itu cukup sulit untuk dijebol dan kuota mahasiswa yang diambil pun sedikit. Aku yang saat itu membenarkan alasan itu pun, akhirnya menerima semua pilihan kakak pembimbing jika itu memang yang terbaik untukku dan aku pasti bisa masuk IPB. Saat itu justru yang melekat di pikiranku hanyalah yang penting aku masuk di IPB. Karena jika melihat pilihan kedua ku juga dimana aku memilih Unila dan memilih jurusan keguruan, itu bukanlah keinginanku melainkan keinginan ayahku. Jadi aku beritahu saja kakak pembimbing ku kalau aku benar-benar ingin masuk IPB dan aku akan menerima jurusan terbaik yang dipilihkan oleh kakak pembimbingku mengingat aku juga telah mengungkapkan semua azam dan niatku.

Akhirnya, kakak pembimbing ku pun menawarkan aku jurusan Agronomi dan Hortikultura. Saat itu, aku merasa agak asing dengan penyebutan nama jurusan itu,  khususnya kata “Hortikultura” itu. Namun dengan melihat kata Agronomi nya, yang saat itu dalam pikiranku mengartikan sebuah arti tentang ilmu pertanian, maka aku pun menyetujui jurusan itu. Hingga akhirnya aku pun mengisi pilihan-pilihan itu di formulir pendaftaran SNMPTN.

Satu bulan kemudian, hasil tes SNMPTN pun diumumkan. Pagi-pagi sekali aku telah menunggu tukang koran menjajakan dagangannya. Aku berniat melihat pengumumannya melalui koran saja. Sampai akhirnya kudapat koran yang kucari, dan bersama-sama dengan seluruh keluargaku membuka pengumuman di salah satu halaman koran tersebut. Saat itu, adalah saat yang paling mendebar-debarkan dalam hidupku. Inilah saat dimana masa depanku ditentukan. Aku yang saat itu memang belum mengetahui hasil USM STAN, cukup merasa agak pesimis dengan hasil USM STAN ku yang tinggal 1 bulan lagi. Menurutku, soal-soalnya sangat sulit. Sehingga aku sangat berharap sekali bahwa di SNMPTN ini aku dapat diterima.

Dengan harap-harap cemas, kubuka pengumuman tersebut, dan kucari nama dan nomor tes ku. Sampai akhirnya ku temukan namaku di daftar peserta yang lolos ujian SNMPTN di luar Lampung. Dan akhirnya aku sadar bahwa aku diterima di IPB. Saat itu aku tidak sanggup lagi berkata apa-apa. Hanya puji syukur kepada Allah lewat sujudku yang kulakukan saat itu. Aku menangis gembira di tengah senyum keluargaku. Aku merasa bersyukur sekali dan aku saat itu aku benar-benar merasakan kebesaran Allah SWT.

Singkat cerita, ku pergi ke Bogor dan memulai hari-hariku di kampus IPB. Agak flashback sedikit, saat aku diterima, ayahku ternyata bahagia mendengar aku diterima di IPB. Ia telah mengizinkan aku untuk pergi merantau dan mencari ilmu di Bogor yang cukup jauh dari Lampung. Ia juga merasa IPB  adalah universitas yang tepat dan bagus karena ayahku yang memang bekerja din perkebunan tebu, berharap aku bisa mengikuti jejak ayahku untuk bekerja di bidang pertanian juga.

Satu bulan di IPB pun ku lalui. Sampai akhirnya hari pengumuman hasil USM STAN pun tiba. Namun memang semua itu adalah takdir Allah, aku ternyata tidak lulus USM STAN. Namun, aku tidak sedih karena sekarang aku memiliki IPB yang sangat kucintai ini. Aku merasa IPB adalah perguruan tinggi negeri terbaik di negeriku karena di sini banyak ilmu yang kudapat, tidak hanya ilmu pengetahuan dunia saja, tetapi juga ilmu Allah lainnya.

Itulah sebuah kisahku yang mewakili alasanku mengapa aku memilih jurusan Agronomi dan Hortikultura. Saat ini, aku telah memasuki semester 3, dan semakin aku mempelajari AGH, aku makin merasa bangga dan cinta dengan departemenku ini…^^

Hal yang sangat menarik salah satunya adalah menyimak romantika di dunia aktivis dakwah. Di antara sebegitu banyak yang memiliki komitmen perjuangan, ada juga beberapa yang suatu saat kadang tergelincir pada jebakan interaksi ikhwan-akhwat. Karena memiliki amanah yang sama, sesama pengurus harian lembaga, atau berada dalam satu bidang, bisa juga dalam satu kepanitiaan, membuat interaksi kerja menjadi lebih intens.

Intensitas hubungan kerja itu suatu saat dapat menumbuhkan benih-benih simpati atau bahkan cinta di antara ikhwan dan akhwat. Hal ini bisa jadi fenomena yang wajar, karena cinta kepada lawan jenis itu fitrah manusia, katanya. =====Tapi meski fitrah, tetap aja ada resikonya, terutama pada keikhlasan beramal, sehingga bila ada bibit riya’ dan ujub bisa menghanguskan pahala yang seharusnya didapat. Namun jika ternyata tidak dapat mencegah adanya perasaan seperti itu, ya harus berusaha menjaga keikhlasan, dan tetap simpati (simpan dalam hati). Apabila perasaan itu telah mewujud pada realisasi amal, baik lisan maupun perbuatan, maka tak ayal akan terjadi juga gombalisasi di sini.

Sering seseorang ingin mengekspresikan atau menyampaikan perasaannya yang sedang membuncah karena cinta. Bagi aktivis dakwah, hal seperti ini mustinya disimpan rapat-rapat dalam lubuk hatinya, jangan sampai si “dia” memergoki adanya perasaan itu. Gengsi dong!! Namun suatu saat pertahanan itu bisa jebol manakala perasaan itu makin menjadi-jadi sedang keimanan dalam kondisi menurun. Maka lahirlah sebentuk perhatian pada si “dia”, baik berupa nasehat, tausiyah, pujian, menanyakan sesuatu (baik tanya beneran atau pun pura-pura bertanya hayoo…) atau sekadar menanyakan kabar. Entah itu lewat SMS, telpon, saat chatting, via e-mail … bisa juga dalam rapat koordinasi.

Dari pengamatan, yang paling banyak terjadi adalah adanya gombalisme via SMS, kita sebut saja sebagai SMS gombal. Kita simak contoh SMS-SMS ini….
“Aslm. Apa kbr? Ukhti, ana sungguh kagum dgn semangat anti. Amanah anti di mana-mana namun semuanya bisa tetap tawazun. Anti benar-benar mujahidah tangguh. Tetep semangat ya Ukhti!”

“Salut sama Ukhti! Anti sungguh militan. Hujan deras seperti itu datang rapat dgn jalan kaki. Jaga kesehatan ya. Ana nggak rela klo Anti sampai jatuh sakit…”

Akhwat: “Aww. Apa kabar? Akhi, sedang ngapain nih? Sudah makan belum? Jangan sampai lupa makan ya..”
Ikhwan: “Www. Alhamdulillaah, menjadi jauh lebih baik setelah Anti SMS ^_^. Ane sedang memikirkan seorang bidadari dunia yang begitu anggun mempesona. Hmm… ane belum makan, tapi dah gak terasa lapar klo ingat sama Anti…”
(Halah… gombal semua tuh!!!)

Ada yang lebih parah nih … kayak gini:
“Aww. Wah .. Anti makin terlihat anggun dengan jilbab biru tadi…”

“Assalaamu ‘alaikum. Apa kbr? Lama nggak kontak ya. Ane kangen ma suara Anti…”

“ … Ane janji akan menikahi Anti setelah lulus nanti ….”

Oh .. NOOOOOOOOOOOO!! Aneh-aneh aja isi SMS-nya. Mungkin lebih banyak lagi SMS-SMS aneh lainnya yang belum terdeteksi. Hmm.. bagaimana reaksi si penerima? Ya bervariasi, ada yang cuek saja, ada yang merasa risih, ada yang membalas biasa, ada yang bertanya-tanya bin penasaran, ada juga yang suka dan berbunga-bunga, ada yang kemudian menaruh harapan. Kita simak penggalan berikut…

Pada dini hari sekitar pukul dua pagi, suara berisik nada SMS membangunkan seorang akhwat dari perjalanan tidurnya. SMS dari siapa nih malam-malam gini, pikirnya. Serta merta dia buka SMS-nya, hah… dari seorang ikhwan, bunyinya:
”Wahai Ukhty, segera terjagalah dari mimpi indahmu, bangunlah dari peraduanmu, basuhlah wajah dan anggota tubuhmu agar bersinar di hari kemudian, bersujud dan bersimpuhlah kepada Allah, agungkanlah Asma-Nya. Niscaya Allah akan meridhoi langkah kita dan mengabulkan cita dan harapan kita.”

Sang akhwat tertegun, ngapain malam-malam begini si ikhwan itu ngirim SMS, kurang kerjaan aja. Dasar, sok perhatian! Namun tanpa sadar jari-jari lentik akhwat itu mengetik balasan:
“Jazakallah khairan, Akh. Jangan kapok tuk sering ngingetin ane ya…”
Nah lo!!

Coba dirasa-rasakan, apa SMS-SMS semacam itu tidak beresiko? Bagus sih sepertinya, membangunkan untuk sholat tahajud … tapi efek sampingnya bisa menimbulkan penyakit-penyakit hati. Bikin merajalelanya VMJ (Virus Merah Jambu). Waa.. kalau virus yang satu ini menyebar, bisa repot. Sulit nyari vaksin atau anti virusnya.

Makanya… ingat, penyebab awal perlu dicegah, yakni adanya gombalisasi. Kalau si gombal dah nyebar, maka sedikit banyak korban bisa berjatuhan. Baik ‘lecet-lecet’ ringan maupun ‘luka’ berat. Bahkan nanti gak hanya berdampak pada hati, tapi juga fisik. Lha bayangin aja … kalau jadi gak enak makan, gak nyaman tidur karena tiap mau makan .. ingat dia, mau tidur … ingat dia, mau ngapain aja ingat dia, apa gak lama-kalamaan bisa kurus tuh? Trus …siapa korbannya? Siapa lagi kalau bukan kaum wanita/akhawat. Mestinya paham dong gimana fitrah perasaan mereka. Mereka seneng dan suka bila diberi perhatian … bisa berbunga-bunga hatinya. Dan tipe cinta mereka (kebanyakan) adalah jatuh cinta sekali yang dibawa sampai mati, kayak Nurul dalam novel AAC itu loh… Trus mereka juga mudah berharap. Nah tuh … coba pikir kalau sampai mereka jatuh cinta, kemudian sampai berharap. Jika kemudian cinta dan harap itu tidak kesampaian, apa nggak sakiiiit banget nanti? Apa tega, mendholimi mereka seperti itu?

So, khususnya bagi para ikhwan, jaga diri, jaga hati, jaga gengsi. Jangan asal kirim SMS, lebih-lebih SMS gombal bin murahan. Juga .. jangan asal balas SMS, apalagi dengan SMS gombal. Ini nih contoh balasan yang ngegombal….
Akhwat : “Ane pengin rihlah, ke syurga …”
Ikhwan : “Ukhty, ke mana pun Anti mau pergi, saya akan bersedia menemani, meski taruhannya jiwa ini …” (He..he..he.. peace Ukhti ^_^ )
Nah!! Dasar gombal! Jaga gengsi dong. Ini nih…. Barisan kata berikut mungkin bisa menggambarkan ikhwan yang nggak mau nggombal.

Karena Aku Mencintaimu
Wahai Ukhty…
Karena aku mencintaimu, maka aku ingin menjagamu
Karena aku mencintaimu, aku tak ingin terlalu dekat denganmu
Karena aku mencintaimu, aku tak ingin menyakitimu

Karena cintaku padamu,
Tak akan kubiarkan cermin hatimu menjadi buram
Tak akan kubiarkan telaga jiwamu menjadi keruh
Tak akan kubiarkan perisai qolbumu menjadi retak, bahkan pecah

Karena cinta ini,
Ku tak ingin mengusik ketentraman batinmu,
Ku tak ingin mempesonamu,
Ku tak ingin membuatmu simpati dan kagum,
Atau pun menaruh harap padaku.

Maka biarlah…
Aku bersikap tegas padamu,
Biarlah aku seolah acuh tak memperhatikanmu,
Biarkan aku bersikap dingin,
Tidak mengapa kau tidak menyukai aku,
Bahkan membenciku sekali pun, tidak masalah bagiku….

Semua itu karena aku mencintaimu,
Demi keselamatanmu,
Demi kemuliaanmu.

So, sekali lagi bagi para ikhwan, jangan jualan gombal, jangan obral janji. Gak usah deh sok perhatian, terlebih lagi bilang suka atau cinta. Bisa fatal tuh akibatnya! Mau jadi orang dholim?? Tegaskan semenjak sekarang, hal seperti itu tabu kalau belum nikah. Kalau dah nikah sih … puas-puasin aja bilang cinta seratus kali sehari ama istrinya. Sampai dhower deh, terserah! ^_^

Bagi para akhwat, hati-hati binti waspada Ukh … jangan mudah digombali. Jangan percaya dengan kata-kata suka, cinta atau janji-janji. Jangan mudah menambatkan hati, jangan mudah berharap. Stay cool, calm, confident. Perisai izzahmu harus tetap kokoh. Antum tidak suka terombang-ambing kan? Antum lebih suka pada kepastian kan? Makanya jangan sampai semua itu terjadi sebelum ada hal yang konkrit, sebelum ada kepastian. Hal konkrit itu adalah, si ikhwan mengkhitbah Antum dengan datang ke orang tua Antum. Itu … baru deh, oke. Waspadalah …waspadalah …

from: artikel islami in “Belajar Islami”

posted by mardi ( http://mardiunj.blogspot.com)

ps

Ada beberapa fakta mengenai hujan yang belum kita ketahui, diantaranya:

1.Rata-rata kecepatan jatuhnya air hujan hanyalah 8-10 km/jam.

2.Air jatuh ke bumi dengan kecepatan yang rendah karena titik hujan memiliki bentuk khusus yang meningkatkan efek gesekan atmosfer dan membantu hujan turun ke bumi dengan kecepat-an yang lebih rendah. Andaikan bentuk titik hujan berbeda, atau andaikan atmosfer tidak memiliki sifat gesekan (bayangkan jika hujan terjadi seperti gelembung air yang besar yang turun dari langit), bumi akan menghadapi kehancuran setiap turun hujan.

3.Ketinggian minimum awan hujan adalah 1.200 meter.

4.Efek yang ditimbulkan oleh satu tetes air hujan yang jatuh dari ketinggian tersebut sama dengan benda seberat 1 kg yang jatuh dari keting-gian 15 cm.

5.Awan hujan pun dapat ditemui pada ketinggian 10.000 meter.

6.Dalam satu detik, kira-kira 16 juta ton air menguap dari bumi.

7.Jumlah ini sama dengan jumlah air yang turun ke bumi dalam satu detik. Dalam satu tahun, diperkirakan jumlah ini akan mencapai 505×1012 ton. Air terus berputar dalam daur yang seimbang berdasarkan “takaran”.

8.Butiran air hujan berubah bentuk ratusan kali tiap detik

9.Kalau butiran air hujan itu dibekukan akan membentuk keping kristal yg indah, tidak seperti air biasa yang di bekukan di freezer/kulkas
Spoiler for hujan kristal:

10.Setelah hujan turun, tanah, ilalang, rerumputan akan mengeluarkan bau wangi yg khas, senyawa ini dinamakan ‘petrichor’.

11.Dan fakta terakhir yang paling misterius dan mengejutkan ilmuan. Hujan memiliki kemampuan untuk menghipnotis manusia untuk me-resonansi-kan ingatan masa lalu. Dan tanpa bisa mendapatkan bukti ilmiah, para ilmuan hanya bisa menyimpulkan “Di dalam hujan, ada lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yg rindu”.

sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3261261
(Ratih Zeinamegot Kim)

hmmmm

No comments

huft…
akhirnya bisa juga…
^^